Monday, December 24, 2012

Konsep Belajar Kognitivistik



Teori belajar kognitif berasal dari pandangan Kurt Lewin (1890-1947), seorang Jerman yang kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat. Intisari dari teori belajar konstruktivisme adalah bahwa belajar merupakan proses penemuan (discovery) dan transformasi informasi kompleks yang berlangsung pada diri seseorang. Individu yang sedang belajar dipandang sebagai orang yang secara konstan memberikan informasi baru untuk dikonfirmasikan dengan prinsip yang telah dimiliki, kemudian merevisi prinsip tersebut apabila sudah tidak sesuai dengan informasi yang baru diperoleh. Agar siswa mampu melakukan kegiatan belajar, maka ia harus melibatkan diri secara aktif.
Teori kognitivistik ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses informasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Teori ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
A.  Karakteristik Pembelajaran Kognitivistik
a)  Belajar adalah proses mental bukan behavioral
b)  Siswa aktif sebagai penyadur
c)  Siswa belajar secara individu dengan pola deduktif dan induktif
d)  Instrinsik motivation, sehingga tidak perlu stimulus
e)  Siswa sebagai pelaku untuk menuntun penemuan
f)  Guru memfasilitasi terjadinya proses insight.

B.  Beberapa tokoh dalam aliran kognitivistik
a)         Teori Gestalt dari Wertheimer dkk
Menekankan pada kebermaknaan dan pengertian sehingga tidak menimbulkan ambiguitas dalam proses pembelajaran.
b)        Teori Schemata Piaget
Teori ini mengatakan bahwa pengalaman kependidikan harus dibangun di sekitar struktur kognitif siswa. Struktur kognitif ini bisa dilihat dari usia serta budaya yang dimilik oleh siswa.
c)      Teori Belajar Sosial Bandura
Bandura mempercayai bahwa model akan mempunyai pengaruh yang
paling efektif apabila mereka dianggap atau dilihat sebagai orang yang
mempunyai kehormatan, kemampuan, status tinggi, dan juga kekuatan,
sehingga dalam banyak hal seorang guru bisa menjadi model yang paling berpengaruh.
d)     Pengolahan Informasi Norman
Norman melihat bahwa materi baru akan dipelajari dengan menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah diketahuinya, yang dalam teorinya di sebut learning by analogy. Pengajaran yang efektif memerlukan guru yang mengetahui struktur kognitif siswa.

Implikasi Konsep Belajar Kognitivistik terhadap Evaluasi Pendidikan

Implikasi teori kognitivistik dalam kegiatan pembelajaran lebih memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. Selain itu, peran siswa sangat diharapkan untuk berinisiatif dan terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar. Teori ini juga memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan per- kembangan. Oleh karena itu guru harus melakukan upaya untuk mengatur aktivitas di dalam kelas yang terdiri dari individu – individu ke dalam bentuk kelompok – kelompok kecil siswa daripada aktivitas dalam bentuk klasikal.
Teori ini juga mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi. Menurut Piaget, pertukaran gagasan – gagasan tidak dapat dihindari untuk perkembangan penalaran. Walaupun penalaran tidak dapat diajarkan secara langsung, perkembangannya dapat disimulasi.
Implikasi dalam konsep evaluasi bahwa evaluasi dilakukan selama proses belajar bukan hanya semata dinilai dari hasil belajar. Jadi, teori ini menitikberatkan pada proses daripada hasil yang dicapai oleh siswa.
Bagi para penganut aliran kognitifistik, pembelajaran dipandang sebagai upaya memberikan bantuan kepada siswa untuk memperoleh informasi atau pengetahuan baru melalui proses discovery dan internalisasi. Agar discovery dan internalisasi dapat berlangsung secara benar maka perlu diperhatikan beberapa prinsip pembelajaran yang perlu sebagai berikut:
  • Setiap siswa perlu dimotivasi oleh guru agar merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, dan bukan sebaliknya sebagai beban
  • Pembelajaran hendaknya dimulai dari hal-hal yang konkrit ke hal-hal yang abstrak.
  • Setiap usaha mengkonseptualisasikan matari pembelajaran hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan siswa belajar.
  • Pembelajaran hendaknya dirancang sesuai dengan pengalaman belajar siswa dengan memperhatikan tahap-tahap perkembangannya.
  • Materi pelajaran hendaknya dirancang dengan memperhatikan sequencing penyajian secara logis.


Tuesday, October 16, 2012

Penelitian Pendidikan

-->
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Proses membimbing individu ke dalam dunia sosial dilakukan dengan mendidik individu tentang kebudayaan yang harus dimiliki dan diikutinya agar individu tersebut menjadi anggota yang baik dalam masyarakat dan dalam berbagai kelompok khusus. Segala sesuatu yang dipelajari individu harus dipelajari dari anggota masyarakat lainnya termasuk dalam keluarga beserta pola asuh yang diberikan kepadanya. Dengan tak sadar ia belajar dengan mendapatkan informasi secara insidental dalam pelbagai situasi sambil mangamati kebiasaan-kebiasaan dalam lingkungannya. Seluruh proses sosialisasi berlangsung dalam interaksi individu dengan lingkungannya.
Pola asuh sangat berperan penting dalam membantu individu untuk bersosialisasi, namun jika suatu keluarga memberikan pola asuh yang salah maka mereka akan bermasalah pula dalam bersosialisasi. Pola asuh yang salah itu dengan memberikan kasih sayang dari keluarganya yang terlalu memanja dan melindungi. Oleh karenanya jika suatu individu diberikan pola asuh yang salah dengan keluarganya, maka ia akan sulit melakukan proses sosialisasi dengan lingkungan di luar keluarganya.

B.     IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka identifikasi masalah penelitian ini dapat diidentifikasikan, yaitu:
Ø  Kesulitan bersosialisasi
Ø  Tidak percaya diri
Ø  Menjadi pribadi yang penakut
Ø  Ingin menang sendiri


C.    BATASAN MASALAH
Secara konseptual penelitian ini akan menelaah “Pengaruh Pola Asuh yang Salah terhadap Proses Sosialisasi Anak”. Proses sosialisasi tidak selalu berjalan lancar karena adanya sejumlah kesulitan, salah satunya yang diakibatkan dari pola asuh yang salah.

D.    RUMUSAN MASALAH
·           Apa saja jenis-jenis pola asuh itu?
·           Bagaimana pola asuh yang salah itu?
·           Bagaimana dampak pola asuh yang salah terhadap sosialisasi anak?

E.     TUJUAN
·           Mengetahui jenis-jenis pola asuh
·           Mengetahui pola asuh yang salah
·           Mengetahui dampak dari pola asuh yang salah terhadap sosialisasi anak